Jhs era
📰 KENANGAN MASA JHS YANG TAK TERLUPAKAN
Ditulis oleh: Rhaiza Aulya Rahma – XI APH 1
Surabaya, 31 Oktober 2024
Surabaya — Setiap masa sekolah pasti meninggalkan cerita dan pengalaman yang berkesan bagi setiap orang. Begitu pula bagi Rhaiza Aulya Rahma, siswi kelas XI APH 1, yang dalam tulisannya berjudul “Jhs Era” menceritakan kembali pengalaman indahnya saat masih duduk di bangku SMP.
Aku Iza, disini aku ingin sedikit bercerita tentang pengalamanku saat masih menduduki bangku JHS. Terkadang aku masih teringat tentang pengalaman-pengalaman yang menyenangkan saat saat itu. Ada sedikit pengalaman saat JHS, saat-saat yang sangat seru yang tidak akan bisa dideskripsikan oleh kata-kata apapun, tetapi mungkin senyum dan air mata bisa mendeskripsikan semua kisah-kisah yang ada di situ. Saat sepulang sekolah aku lebih suka bermain dengan teman-teman sekelas dan berkumpul di tempat bermain. Itu adalah masa yang selalu kutunggu untuk bermain hahaha, kita selalu bercanda dan tertawa dan sisanya untuk berceria.
JHS adalah masa yang aku tunggu-tunggu dari kecil, di mana aku mempunyai banyak teman, banyak pengalaman, dan masa yang menyenangkan. JHS adalah masa di mana aku menemukan jati diri ku yang sebenarnya, aku menemukan seseorang yang menjadi first experience dalam hidupku, dan menemukan pengalaman-pengalaman yang aku inginkan. Pada saat kelas 8 aku menemukan teman-teman yang sefrekuensi denganku, sejak saat itu aku selalu suka pulang sore karena aku selalu mencari kesempatan untuk bermain dengan teman-teman di sekolah setelah pulang sekolah. Saat kelas 8 juga adalah masa-masa di mana aku menemukan seseorang yang menjadi first experience ku di dalam hidup ini.
Di mana saat itu adalah saat-saat yang tak akan pernah aku duga, saat aku masuk ke kelas lain untuk mengantarkan sebuah makanan untuk penilaian mapel Prakarya kepada guru mapel Prakarya di kelas lain, di situlah di mana aku melihat teman di kelas itu yang menyapaku dan bilang ke aku “Eh Iza ini di cari ***”. Menggunakan bahasa apa adanya, dan di situ saat aku mendengar kabarnya ada seseorang yang sedang menanyakan tentang aku, aku langsung senang. Pada saat malam hari aku mendapatkan chat dari dia hari itu, awalnya sih aku biasa (setelah cuek) eh tapi setelah lama-lama aku mulai terbiasa dan nyaman. Kami mulai sering berkomunikasi pada akhirnya, setiap pagi selalu menyapa, dan setiap aku berangkat sekolah selalu menunggu di depan gerbang.
Tapi hari kebersamaan itu disitulah aku harus berterima kasih dan meminta maaf atas semuanya, ya… begitulah walaupun sekarang kita sudah tidak lagi bersama, aku senang pernah bertemu denganmu, berharap kita hidup bahagia di jalan kita masing-masing walaupun semesta tidak merestui nya lagi, temukanlah kebahagiaanmu dan aku akan menemukan kebahagiaanku. Terimakasih atas 2 tahunnya, terimakasih untuk yang kamu rayakan untukku, atas kebahagiaanmu, usahanya, lukanya, dan sebagainya, terimakasih atas itu aku sudah lupa tetapi aku masih tetap mengingat kebaikanmu kepadaku.
Saat hari kelulusan tiba, disitulah aku harus melepaskan teman-temanku yang sangat baik kepadaku, disitulah aku harus melepaskannya dan disitulah aku harus mengikhlaskan dirimu pergi dariku. Terimakasih teman-teman ku atas 3 tahun yang penuh kenangan selama ini terutama untuk orang yang bernama Lifa. Aku selalu berdoa agar orang yang membahagiakanku ikut bahagia. Terimakasih atas semua kenangan tentang JHS ku ini. JHS selalu abadi dalam ingatanku, dari mulai kebersamaan, pengalaman lomba, organisasi, pertemanan, dan percintaan, di JHS ku kali ini aku banyak sekali pelajaran hidup.
Dari cerita ini aku bisa menyimpulkan bahwa kita harus menghargai waktu yang kita gunakan untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang kita sayang.
Komentar
Posting Komentar